Kamis, 29 Desember 2016

Manajemen Media Massa 6

Struktur Organisasi

A. Media Cetak

Keterangan:
Pemred : Pemimpin Redaksi
RS : Redaktur Senior
R : Redaktur
RE : Redaktur Eksekutif

Dalam redaksi diperlukan koresponden apabila berlokasi jauh dari tempat terbit media. Adapu kontributor yang bertugas memberikan laporan namun tidak setiap hari.

Untuk reporter terbagi 3, yaitu reporter pemulan (2 tahun), kemudian naik menjadi reporter madya, dan menjadi reporter senior.

Selain redaksi, adapun di luar redaksi yang mengatur perusahaan, seperti Pemimpin Perusahaan, HRD, Perpajakan, Keuangan, Promosi. 

Kemudian, Pemimpin Redaksi dan Pemimpin Perusahaan memiliki atasan yaitu Pemimpin Umum.


B. Media Elektronik

Radio

       Hal yang utama dalam radio adalah penyiaran yang terbagi 2, Produksi dan Broadcast

Televisi

       Bagian produksi terdiri dari:
  1. Pembelian program;
  2. Purchasiong;
  3. Research;
  4. Pembuatan program.



Manajemen Media Massa 5

Perencanaan dan Pengambilan Keputusan


       Dalam menjalankan sebuah perusahaan, perencanaan dan pengambilan keputusan akan sering dijumpai. Apalagi saat terjadi kendala. Namun, pernakah terpikir apa yang duluan dilakukan? Perencanaan dulu apa pengambilan keputusan dulu?
       Sebelum lebih dalam, mari kita bahas apa sih perencanaan dan pengambilan keputusan? Perencanaan adalah penetapan cara-cara untuk mencapai sesuatu yang ingin dituju, sedangkan pengambilan keputusan akan dilakukan jika terdapat pilihan-pilihan. Dari pengertian tersebut bisa kita simpulkan bahwa perencanaan dan pengambilan keputusan merupakan dua hal yang berhimpitan dan melekat satu sama lainnya. Jadi tidak ada yang didahului atau mendahului. Kedua hal tersebut adalah hal yang saling terkait sehingga tidak bisa dipisahkan. Dimana ada perencanaan, di sana ada pengambilan keputusan, begitu juga sebaliknya. Jika kita ingin merencanakan sesuatu pasti di dalamnya terdapat pengambilan keputusan, begitu juga keputusan ada karna ada suatu perencanaan.


Pengambilan Keputusan

       Pengambilan keputusan dalam sebuah perusahaan memiliki beberapa metode.

1. Pohon Keputusan

2. AHP (Analytical Hierarchy Process)
       Metodi ini merupakan keputusan kenaikan harga yang diambil ketika keuntungan mulai menipis.

3. ANP (Analytical Network Process)
       ANP sebenarnya sama seperti AHP namun lebih kompleks dan rinci. Apabila dilihat di AHP, Tiras hanya dipengaruhi oleh Harga dan Isi, namun menurut ANP bukan hanya itu tetapi juga ada Transport dan Agen.

       Sebuah perusahaan dikatakan kritis apabila:
  1. Tidak ada bahan baku
  2. Tidak ada bahan pasar
  3. Tidak ada SDM
  4. Tidak ada bahan Teknis
  5. Reputasi jelek
  6. Nilai tukar mata uang
       Selain, ketiga metode di atas adapun cara lain mengambil keputusan, yaitu:
  1. Statistik
  2. Intuisi
  3. Peramalan (melalui data-data yang ada ataupun data dari perusahaan sejenis)


Perencanaan

       Dalam menyusun perencanaan, kita harus memikirkan tujuannya terlebih dahulu. Tahapannya adalah:
Mengumpulkan data -> Pemilihan -> Penetapan -> Menyusun -> Menyatakan (Pelaksanaan) -> Umpan Balik
* Menyusun : Membuat susunan rencana yang siap untuk dinyatakan
* Draft         : Susunan rencana yang belum dinyatakan


Rubrikasi

       Rubrikasi adalah penentuan pembagian isi dalam sebuah media cetak. Biasanya pada halaman pertama terdapat berita-berita penting dan menarik yang memiliki nilai jual yang lebih tinggi daripada halaman lainnya. Jumlah rubrik tergantung pada jumlah halaman.
       Contoh rubrik adalah rubrik ekonomi, politik, metropolitan (khusus Jakarta), budaya (pendidikan, seni, dll.). Khusus untuk surat kabar biasanya ada rubrik nusantara (berita yang terjadi di luar ibu kota).

       Pada radio dan televisi, rubrik ditetapkan pada program acaranya bukan beritanya. Biasanya disebut sebagai rundown acara. 
       Dalam rundown acara, yang menjaga program agar berjalan tepat waktu adalah Program Direktur (PD), begitu juga yang menyiapkan laporan penyiaran adalah PD. Namun, yang menyiapakan rundown adalah Produser.
       Contohnya satu tayangan dibagi ke dalam beberapa segmen.


Tambahan!

       Agar berita tidak basi yang harus dilakukan adalah:
  • Jangan menulis keterangan waktu yang relatif, seperti bulan lalu, minggu lalu, dll.
  • Cari berita yang tidak mudah basi, seperti straight news.

Minggu, 18 Desember 2016

Manajemen Media Massa 4

Sumber Daya Manusia


Dalam usaha redaksi media cetak, ada tingkatan dalam SDM:

1. Calon Reporter 
       Pada usaha media cetak, calon reporter yang telah bekerja selama 6 bulan - 1 tahun akan diangkat menjadi reporter. Jika calon reporter tersebut selama bekerja tidak memiliki kinerja yang baik, maksimal 3 tahun akan dilihat kembali apakah ada perubahan atau tidak, tetapi jika tidak ada peningkatan maka akan dikeluarkan.

2. Reporter Pemula
       Reporter harus bisa berpikir secara logis dan memiliki keberanian. Dahulu dalam penilaian reporter, harus mengikuti kursus yang bernama STENO (Ahli ngetik) yang menjadi acuan persyaratan reporter. Sedangkan sekarang diganti menjadi ahli Ms.Word. Dahulu juga yang sekarang tidak berlaku lagi adalah kemampuan mengirim telegam. Dalam mengirim telegram memiliki tempat yang khusus, yaitu PTT (Pos, Telepon, Telegram). Telegram sama seperti pos tapi lebih cepat sampai. Telegram dulunya dikuasai oleh pemerintah karena dianggap berbahaya. Lalu beralih ke Teleks. Teleks dapat langsung diterima oleh penerima, namun tidak bisa ke banyak orang. Lalu pindah ke Pancher. Pesan yang dikirim oleh pancher disampaikan berupa lubang-lubang yang memiliki arti satu huruf. Kemudian beralih ke Fax. Sama seperti Teleks, point per point tidak bisa sekaligus dikirim ke banyak orang. 

       Teknologi sangat berpengaruh dalam penentuan SDM. Karena dalam menentukan SDM di media massa harus padat modal dan padat karya. 

Manajemen Media Massa 3

Jenis-Jenis Pasar


1. Pasar Informasi
       
       Pasar ini melihat nilai dari sebuah informasi. Informasi yang menarik harus up to date. Begitu juga informasi mengenai hal yang terjadi di sekitar kita akan lebih laku dari hal yang jauh. Pasar informasi ini harus memperhitungkan daerah geografis, demografis, dan ekonomi masyarakat apabila ingin menyebarkan sebuah informasi.
a. Faktor Geografis : Dalam menentukan informasi yang akan disebarluaskan, kontennya harus melihat faktor geografisnya. Contohnya kita memilih wilayah Tangerang. Kita harus menyesuaikan konten yang akan kita sampaikan dengan wilayah Tangerang. Seberapa untungnya kah kalau kita menyebarkan suatu media di wilayah Tangerang? Apakah konten yang akan kita berikan sesuai dengan daerah tersebut? Dengan menentukan daerah geografis, kita juga bisa menentukan banyak konsumen yang akan kita sasarkan.
b. Faktor Demografis : Sebelum menerbitkan sebuah media, kita harus tau target pemasarannya siapa. Kita harus mempertimbangkan usia dan juga tingkat pendidikannya.
c. Faktor Ekonomi Masyarakat : Selanjutnya kita harus menentukan target kelas pembaca. Dari golongan manakah mereka? Apakah kelas A, B, atau C? Dari hal tersebut, kita bisa menentukan isi konten dan harganya yang sesuai. Jika media cetak mau membuat koran untuk golongan A, kualitas kertas dan percetakannya harus dibuat sesuai dengan standard golongan A. Pilihan topik juga harus sesuai dengan golongan yang dipilih.

2. Pasar Intelektual

       Dapat dilihat dari siapa penulisnya. Koran yang berbobot pasti memiliki penulis yang berbobot sehingga menciptakan koran yang berbobot. Koran yang berbobot akan dilirik/ dijadikan bahan referensi oleh banyak orang "inteletual", seperti profesor, doktor.

3. Pasar Iklan

       Penerbit media massa harus memikirkan pemasang iklan agar mereka ttidak merasa dirugikan oleh harga. Cara menghitung iklan (keuntungan) pada media cetak dapat memakai CPM (Cost per Mil).

4. Pasar Loak

       Menjual barang bekas/koran bekas yang tidak laku.


Question!

Bagaimana jika pasar informasi bagus, tetapi pasar iklan tidak ada? Apa yang menyebabkan hal itu terjadi?
1. Karena pasar informasinya terlalu bebas sehingga tidak spesifik ataupun terlalu sempit.
2. Kontennya memihak. Kontennya selalu menjadi hitter di bagian tertentu. Contoh memihak partai tertentu.
3. Sikap politiknya. Korannya terlalu oposisi. Memusuhi pemerintah sehingga iklan pemerintah tidak ada.

Minggu, 13 November 2016

Manajemen Media Massa 2

       Peraturan dan Perpajakan        

        Dalam membangun sebuah perusahaan Media Massa, kita harus memerhatikan hukum yang ada. Hukum tersebut berbentuk peraturan-peraturan yang telah ditetapkan oleh Undang-Undang. Berikut Undang-Undang yang harus diperhatikan.
      1.       UU Pers
      2.       UU Penyiaran
      3.       UU ITE
      4.       UU Pajak
      5.       UU Perseroan Terbatas
      6.       UU Perlindungan Ketenagakerjaan
      7.       UU HAKI (Hak, Kekayaan, Intelektual)
      8.       KUH Pidana
      9.       KUH Perdata

        Kemudian adapun surat izin yang diperlukan, seperti SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan) dan PPN (Pajak Pertambahan Nilai). Dalam bahasan kali ini, saya akan lebih membahas tentang PPN.
        Kalian pasti sering menemukan PPN saat membeli barang. Entah itu pajaknya 10% ataupun 20% tergantung dari kebijakan perusahaan. Contohnya saat Anda ingin membeli makanan di KFC, Anda akan dikenakan pajak 10%. Tapi, apa sih sebenarnya maksud dari Pajak Pertambahan Nilai?

                                                             Penjualan Mobil
                Harga Awal         Pajak 10%            Harga Setelah Pajak
A             100jt                      10jt                        110jt                                    -> pajak yang dibayar 10jt
B             150jt                      15jt                        165jt                                    -> pajak yang dibayar 5jt
C             200jt                      20jt                        220jt                                    -> pajak yang dibayar 5jt
D             250jt                      25jt                        275jt                                    -> pajak yang dibayar 5jt

        Menurut kalian berapa total pajak yang diberikan penjual kepada pemerintah? Apakah 70jt? Tentu saja tidak. Jawabannya adalah 25jt. Kenapa?
        Si B yang  membeli mobil dari si A sudah terkena pajak 10% menjadi 110jt. Tetapi, karena si B ingin menjual kembali mobil tersebut, si B merasa bahwa pajak yang ia bayar waktu pertama membeli mobil harus dikembalikan, sehingga saat si C membeli mobil dari si B dengan pajak senilai 15jt, pajak yang seharusnya diberikan si B kepada pemerintah senilai 15jt menjadi 5jt karena telah dikurangi 10% (10jt). Dan seterusnya. Itulah yang dinamakan Pajak Pertambahan Nilai.
Kesimpulannya. setiap pejualan akan diberikan pajak 10% tetapi penjual memiliki hak untuk mengambil kembali pajak 10% yang telah dibayarnya apabila ia ingin menjual barang tersebut lagi.

        Namun, perpajakan tidak hanya terdapat pada saat membeli barang tetapi berlaku juga terhadap memberikan gaji kepada tenaga kerja pada perusahaan. Pajak tersebut dinamakan PPh (Pajak Penghasilan).
        Maksud dari PPh adalah gaji/penghasilan yang di dapat oleh karyawan merupakan hasil yang sudah dikurangi dengan pajak. Pemotongan hasil gaji tersebut tergantung dari ketetapan pajak yang telah diatur, baik itu dari faktor daerah tempat ia bekerja dan tergantung dari jumlah keluarganya. Selain PPh, ada juga yang namanya PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak). Hal tersebut dapat dikatakan “Batas garis kemiskinan”, karena seperti yang dikatakan sebelumnya pajakpun memiliki batasan-batasannya. Seseorang walaupun telah bekerja dapat tidak dikenakan pajak karena tidak memenuhi ketentuan pemotongan pajak. Hal itu seperti seseorang yang tidak berkeluarga (belum mempunyai istri/suami atapun anak, dengan kata lain single) dan tidak mempunyai rumah memiliki penghasilan perbulan senilai 2,3jtx12 bulan = 27,6jt. Ia tidak akan mendapatkan pemotongan penghasilan karena batas penghasilan tidak kena pajak di daerahnya adalah senilai 27,6jt per tahun. Namun, walaupun ia belum berkeluarga dan tidak mempunyai rumah tetapi penghasilannya per tahunnya adalah 30jt berarti ia harus membayar pajak senilai 2,4jt (penghasilan-batas penghasilan tidak kena pajak).
        Apabila seseorang mempunyai seorang istri dan penghasilan pertahunnya adalah 50jt maka orang tersebut tidak perlu membayar pajak karena dinyatakan bahwa orang tersebut harus menghidupi istrinya. Tetapi lain hal apabila istrinya juga bekerja. Oleh karena itu, PTKP tergantung dari jumlah keluarga yang dimiliki. Peraturan hasil akhir pajak tersebut diketahui dari Surat Keputusan Pajak.

Jenis-Jenis Pajak

  1. PPN (Pajak Pertambahan Nilai) : Dibayarkan setiap barang dijual.
  2. Pajak Barang Mewah : Dibayarkan hanya saat dibeli dalam kondisi baru. Contoh : Mobil.
  3. PKP (Pengusaha Kena Pajak) : Perusahaan yang sudah wajib membayar.
  4. PPh (Pajak Penghasilan) : Penghasilan dari gaji, sewa, bunga.
  5. PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak)

KUH Pidana

  • Hukuman pidana bagi yang menyebarkan berita bohong
  • Pihak melakukan kesalahan pada negara
  • Perwakilan negara : Kejaksaan Agung


KUH Perdata

  • Hubungan antar Pribadi.
  • Contoh : Menuntut negara karena pensiunan.

Selasa, 01 November 2016

Review ROG G752, Mesin Canggih untuk Pemain Game

    Siapa yang tidak mengenal Laptop ASUS? Yeah laptop ini memang memiliki banyak sekali kelebihan dan tidak bisa dipungkiri produk Asus adalah brand ternama di dunia karena memiliki kualitas terbaik, baik itu dari segi CPU dan GPU. Asus yang sangat mengutamakan kenyamanan konsumen dan ingin memberikan yang terbaik, keluarlah laptop ASUS ROG (Republic of Game). Tentu saja bagi para gamer, ASUS ROG adalah pilihan yang tepat untuk mereka yang ingin maksimal dalam menjalankan hobinya tersebut.
    Belum cukup lama, ASUS ROG mengeluarkan versi terbaru yaitu ROG G752 yang memang ditargetkan untuk para gamer kelas berat. Laptop dengan kualitas dan kemampuan gaming yang super duper hebat ini, pasti tidak akan pernah mengecewakan kalian.
    Mungkin dari kalian masih ada yang belum mengenal ASUS ROG G752. Jadi, mari kita ketahui dulu apa sih Laptop ASUS ROG G752?

   
    Yeah Laptop ROG G752 adalah laptop yang dirilis dengan desain Iron Man. Keunikan tersebut ditambah dengan kelebihan keyboardnya. Tentu saja Asus tidak main-main dalam merancang produknya. Sebuah laptop gaming tidak lengkap adanya jika tidak memiliki keyboard khusus gaming. Keyboard tersebut dirancang khusus sehingga para gamer bisa merasakan kenyamanan yang maksimal. 
    Asus menambahkan segudang fitur yang menarik, seperti fitur Anti Ghosting dan tombol makro. Para gamer dapat dengan mudah menekan banyak tombol secara bersamaan tanpa mengalami gangguan. Penambahan tombol baru, recording key juga memudahkan para gamer untuk merekam permainan yang sedang dimainkan.


Main Kelamaan Bikin Laptop Panas?
    Ya, ini adalah salah satu masalah bagi para gamer. Laptop yang semakin panas tentu akan membuat kinerja laptop menurun. Namun, laptop ROG G752 sekarang memiliki solusinya. Laptop ini berhasil merancang lebih dari satu sistem pendingin yang super canggih. Dengan teknologi dual copper, sistem pendingin akan bekerja semaksimal mungkin untuk menjaga suhu laptop dan menjaganya tetap stabil. 
    Selain itu, panas yang keluar dari laptop tidak akan mengurangi kenyamanan para gamer, karena ventilasi udaranya telah dirancang sedemikian rupa sehingga hawa panas tersebut keluar pada bagian belakang laptop. Tidak cukup sampai di situ, laptop ini menggunakan teknologi 3D vapor chamber pertama di dunia. Teknologi tersebut akan mengeluarkan liquid yang gunanya menetralisir panas yang dihasilkan oleh komponen CPU dan GPU. Debu dan kotoran juga tidak akan menghambat kinerja sistem pendingin tersebut karena telah dilengkapi dengan Anti Dust thermal tunnel. 

Main Game Berat Tidak Membuat Lag!
    Pernah ga sih kalian lagi main game dengan grafis yang berat tapi ngelag? Pastinya hal tersebut sangat mengesalkan. Tidak usah khawatir lagi, Laptop ROG G752 ini memiliki spesifikasi kelas berat. Prosesor Intel Core i7-6700HQ Skylake akan membuat kalian tidak pernah merasakan lag lagi. Laptop ini didukung oleh layar Full HD (1920x1080) yang dilengkapi dengan fitur wide view angle, teknologi G-Sync, serta sharp display. Pengguna akan tetap jelas melihat layar walaupun dari sudut 178 derajat sekalipun. Kemudian dilengkapi juga storagebertipe PCIE4 SSD dan tentunya telah memiliki Windows 10 di dalamnya. 
    Tidak hanya itu, para gamer juga akan dipuaskan tambahan fitur yang akan sangat membantu yaitu GameFirst III. Fitur tersebut akan mengurangi ketidaknyamanan yang muncul saat bermain game online yang diakibatkan oleh menurunnya kualitas jaringan internet.
    Kemampuan pada output audio laptop tersebut juga akan semakin membuat para gamer tergila-gila. Penambahan fitur bernama Nahimic Sound akan memberikan pengalaman tersendiri karena dengan fitur tersebut mampu membuat audio mengeluarkan suara yang sangat jernih dan juga para gamer tidak perlu terganggu lagi apabila sedang melakukan open voice ketika lagi bermain game online. Dijamin tidak akan mengeluarkan noise yang tentunya membuat suara ketika mengganggu jalannya permainan.
    Jadi, apa lagi yang harus diragukan untuk laptop gaming ini?


    Untuk lebih lengkapnya, kalian bisa melihat spesifikasi ASUS ROG G752 di bawah ini.

Main Spec.
ROG G752VY(G-SYNC)
CPU
Intel® Core™ i7-6700HQ Processor (6M Cache, up to 3.50 GHz)
Operating System
Windows 10
Memory
8 GB/32 GB DDR4
Storage
1 TB HDD 7200rpm/ 1 TB+256 PCIE SSD
Optic Drive
Super-Multi DVD
Display
17.3" IPS FHD (1080 x 1920)
Graphics
NVIDIA® GeForce® GTX 980M - 8GB DDR5/GTX 980M - 4GB DDR5
Input/Output
1 x Microphone-in/Headphone-out jack, 1 x VGA port/Mini D-sub 15-pin for external monitor, 2 x USB 3.0 port(s), 1 x USB 2.0 port(s), 1 x RJ45 LAN Jack for LAN insert, 1 x HDMI
Camera
HD Web Camera
Connectivity
Integrated 802.11ac or 802.11 b/g/n (WiDi), BT 4.0 support
Audio
Built-in Speakers and Analog Microphone, Built-in Azalia compliant audio chip, SonicMaster
Dimension
385 x 255 x 32.4mm
Battery
8Cells 90Wh
Accessory
Gaming backpack
MSRP
Rp30.299.000
Rp39.299.000(bundling mouse gaming ROG)
Warranty
2 years full global warranty

Sabtu, 08 Oktober 2016

Manajemen Media Massa 1

Pengertian Manajemen Media Massa

Media Massa

Siapa yang tidak mengenal media massa? Setiap hari kita menggunakan media-media tersebut, seperti TV, koran, dan radio.
Dulunya media massa digunakan sebagai alat perjuangan atau provokasi, namun pada umumnya media massa adalah sebuah industri. Media Massa adalah tempat mencari keuntungan bagi para pemiliknya.

Untuk lebih jelas, media massa terbagi atas:
           1.       Komersial
a.       Cetak : Koran;
b.      Elektronik : Radio, Televisi.
           2.       Sosial : Sosial Media.

Jika dilihat dari pembagian di atas, di tengah-tengah media cetak dan elektronik, muncul sebuah istilah “Banci”, yaitu peralihan dari cetak ke teknologi atau yang lebih kita sering sebut dengan internet.
Tahun 1990, Washington Post adalah koran yang pertama kali melakukan peralihan tersebut. Namun, banyak sekali perdebatan yang terjadi atas ketidaksetujuan dengan peralihan tersebut. Oleh karena itu, media yang melakukan peralihan disebut dengan media “Banci”.

Mengapa sih media cetak harus berpindah ke dunia internet? Tentu saja jawabannya sangat mudah:
            1.       Di zaman yang telah tersedia internet dan banyak orang yang menggunakannya, hal itu                       dilakukan agar dapat dengan mudah akses ke internet;
            2.       Dapat mengikuti perkembangan teknologi;
            3.       Dapat di update kapan saja (Up-to-date).

Apa yang harus media cetak lakukan agar medianya dibaca oleh massa?
            1.       Harus memiliki reporter yang sigap, sehat,dan handal menggunakan teknologi (komputer),                 serta memiliki pengetahuan yang padat akan karya;
            2.       Harus dapat menganalisis permasalahan yang sedang terjadi, memiliki kemampuan                             informatik.
Reporter sangatlah penting. Begitu juga pada Radio, reporter harus memiliki suara yang merdu. Apabila pada televisi, reporter harus memiliki penampilan yang menarik dan tidak terlepas dari itu, berita yang divisualkan harus bagus dan sesuai.

Manajemen Media Massa

Lalu apa itu Manajemen Media Massa?
Manajemen Media Massa adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk mencapai suatu tujuan dengan memaksimalkan sumber daya yang ada.

Dalam membuat sebuah manajemen media massa, hal yang harus kita perhatikan terlebih dahulu adalah membuat Visi dan Misi. Apa itu Visi dan Misi?
Visi : Rumusan kalimat tentang suatu yang besar, yang susah direalisasikan dan tentang cita-cita besar yang susah untuk diukur. Contohnya : Sebuah mimpi untuk berguna bagi bangsa dan negara.
Misi: Rumusan kalimat yang lebih mudah direalisasikan dan dapat diukur. Misi ini merupakan hal yang dilakukan agar dapat melaksanakan visi yang telah dibentuk. Contohnya: Jika ingin berguna bagi bangsa dan negara, kita pertama kali harus menjadi sarjana.

Apa yang dilakukan setelah membentuk Visi dan Misi? Kita harus merancang Tujuan yang akan kita raih dan menentukan sasaran yang ingin kita capai. Apa itu Tujuan dan Sasaran?
Tujuan : Apa sih yang ingin diraih oleh perusahaan kita?;
Sasaran: Target dari tujuan perusahaan yang dapat diukur. Contohnya: Agar dapat jadi seorang sarjana, kita harus lulus dari ujian sehingga tujuan lebih dapat diukur.

Jika disatukan, contohnya adalah Visinya kita ingin menjadi sarjana bahasa, Misinya kita harus menjadi ahli bahasa terlebih dahulu. Tujuan kita untuk menjadi sarjana bahasa adalah untuk berguna bagi nusa bangsa, oleh karena itu kita harus memiliki sasaran, yaitu mendapat nilai bagus agar dapat lulus menjadi sarjana.

Namun, apakah bisa kita mencapai tujuan tapi tidak mencapai pada sasaran? Tentu saja bisa. Contohnya: Kita ingin membeli permen di sebuah warung, namun sesampainya kita di warung tersebut ternyata permen yang mau dibeli tidak ada. Kita sampai di tujuan (warung) namun perme yang akan dibeli (sasaran) tidak ada.

Setelah kita mengetahui visi, misi, tujuan, dan sasaran perusahaan, langkah berikutnya adalah Menyusun Strategi untuk mencapai semuanya itu. Adapun hal-hal yang dibutuhkan untuk mencapai sasaran kita, yaitu:
            1.       Modal;
            2.       SDM (Tenaga Kerja);
            3.       SDA (Waktu);
            4.       Equipment (Teknologi).

Dalam menyusun strategi, kita harus memikirkan suatu rencana strategis yang OPTIMAL. Apa itu rencana strategis yang optimal? Terlebih dahulu kita harus mengerti apa pengertian dari efektif dan efisien. Efektif dan efisien sebenarnya hampir sama, tetapi jika ingin efektif, pengeluaran dana yang dilakukan lebih besar namun tentu saja lebih terjamin. Jadi dapat dikatakan efektif lebih baik daripada efisien. Lalu, apa itu rencana strategis yang optimal? Rencana yang tujuannya lebih mudah tercapai, tidak terlalu efisien tapi untuk mengurangi kerugian lebih banyak (lebih terjamin). Misalnya, kita adalah mahasiswa jurusan kedokteran. Tentu saja untuk masuk ke jurusan tersebut sudah banyak dana yang telah kita keluarkan seperti biaya kuliahnya yang sangat mahal. Namun, semakin hari ternyata jurusan tersebut bukan passion kita. Oleh karena itu, kita memutuskan untuk pindah ke jurusan lain walaupun akan mengeluarkan biaya yang lebih besar lagi dan mengorbankan biaya dan waktu sebelumnya. Hal inilah yang dinamakan rencana strategis yang optimal.

Rencana itu sendiri memiliki pengertian, yaitu uraian apa saja yang kita inginkan kedepannya, yang kita ungkapkan secara detail hala apa saja yang diinginkan tersebut. Dari contoh di atas, rencana strategis apabila dilakukan pengubahan tujuan, cost yang digunakan akan sangat besar.
Lalu, dalam perencanaan strategis, terdapat Rencana Jangka Panjang, Menengah, dan Pendek.
    1.    Rencana Jangka Panjang : 5 – 10 tahun;
    2.    Rencana Jangka Menengah : 1 – 5 tahun;
    3.    Rencana Jangka Pendek : 1 minggu – sekian bulan.

Namun, dalam setiap perencanaan tidak semua dapat berjalan baik, pasti ada masalah yang datang. Sehingga kita harus mengubah rencana dengan tetap menuju tujuan awal. Dalam perubahan rencana, kita harus menyiapkan Langkah Taktis dalam mengimplementasikan Rensta. Langkah taktis digunakan untuk:
            1.       Menghindari halangan;
            2.       Improvisasi yang dibuat untuk menipu/mengecoh pihak lain.

Kesimpulan:
Untuk membuat suatu manajemen media massa, hal yang harus dilakukan:
            1.       Merumuskan visi, misi, tujuan, dan sasaran;
            2.       Menyusun strategi dan hal apa saja yang diperlukan;
            3.       Menyusun rencana panjang, menengah, dan pendek;
            4.       Menyiapkan langka taktis apabila terjadi perubahan rencana.